BerandaBlogAkselerasi Pertanian Modern: Implementasi IoT Smart Farming di Sukabumi
Teknologi & IoT 5 min read

Akselerasi Pertanian Modern: Implementasi IoT Smart Farming di Sukabumi

Bagaimana sensor tanah berbasis IoT dan otomatisasi merevolusi sektor tani lokal menuju pertanian berkelanjutan.

D

Dr. Hendra Wijaya

Kepala Pusat Riset IoT STP

20 Mei 2026

Kabupaten Sukabumi secara historis merupakan salah satu lumbung padi dan komoditas hortikultura utama di Jawa Barat. Namun, tantangan perubahan iklim global, tidak menentunya pola cuaca, serta kelangkaan tenaga kerja tani muda memaksa sektor ini bertransformasi. Sukabumi Techno Park (STP) menjembatani kebutuhan mendesak ini dengan menghadirkan riset terapan di bidang Smart Agriculture & Internet of Things (IoT).

Revolusi Pengukuran Presisi

Dalam proyek percontohan yang dilakukan di perkebunan wilayah Cisaat dan Sukaraja, tim peneliti STP memasang puluhan modul sensor tanah nirkabel terintegrasi. Sensor ini mengukur kelembaban tanah (soil moisture), tingkat keasaman (pH), suhu lingkungan, serta konsentrasi unsur hara makro (N, P, K) secara berkala secara real-time.

Data dari sensor-sensor ini dikirim melalui jaringan radio berdaya rendah (LoRaWAN) ke gerbang transmisi pusat di STP, lalu diolah di server awan (cloud server). Hasil pengolahan data disajikan kepada para petani binaan melalui dashboard aplikasi ponsel pintar sederhana.

"Sebelum menggunakan sensor IoT dari STP, kami melakukan pengairan dan pemupukan berdasarkan perkiraan atau kebiasaan kalender. Akibatnya, pemakaian pupuk sering berlebih dan boros air. Sekarang, aplikasi memberi tahu kapan tepatnya tanaman harus disiram dan dosis pupuk yang pas."— Pak Jajang, Ketua Kelompok Tani Binaan Cisaat

Otomatisasi Pengairan Terjadwal

Selain pemantauan pasif, tim riset STP juga menguji coba sistem aktuator otomatis (smart irrigation valve). Katup air pintar ini akan terbuka secara otomatis ketika tingkat kelembaban tanah turun di bawah batas kritis 40% dan akan menutup secara instan saat kadar air mencapai titik optimal 75%.

Dari evaluasi hasil panen perdana musim ini, implementasi teknologi ini menunjukkan hasil yang memuaskan:

  • Penghematan Air: Mengurangi konsumsi air irigasi hingga 35%.
  • Efisiensi Pupuk: Mengurangi biaya pembelian pupuk kimia sebesar 25% karena pemupukan tepat sasaran.
  • Peningkatan Hasil Panen: Meningkatkan tonase panen buah tomat dan cabai hingga 18% dengan kualitas buah yang lebih seragam.

Langkah Menuju Pertanian Masa Depan

Sukabumi Techno Park berkomitmen menyebarluaskan teknologi ini ke lebih banyak kelompok tani di wilayah Sukabumi. Melalui program pendampingan intensif, STP tidak hanya membagikan alat, tetapi juga melatih pemuda desa untuk menjadi operator teknologi pertanian modern. Hilirisasi ini diharapkan mampu menarik kembali minat generasi muda untuk bertani dengan cara yang cerdas, efisien, dan menguntungkan.

Kembali ke Blog
#Smart Farming#IoT#Pertanian#Riset